Gandeng Praktisi Pangan, UKP Dorong Gerakan Pengurangan Food Loss dan Food Waste

Gandeng Praktisi Pangan, UKP Dorong Gerakan Pengurangan Food Loss dan Food Waste
UKP RI Muhamad Mardiono dalam FGD bertema 'Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Sebagai Gerakan Nasional Pengurangan Kehilangan dan Pemborosan Makanan' di Jakarta. Foto: dok UKP

jpnn.com, JAKARTA - Utusan Khusus Presiden (UKP) RI Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono menggandeng praktisi dan pakar di bidang pangan untuk terlibat dalam gerakan nasional pengurangan kehilangan dan pemborosan makanan atau food loss dan food waste.

UKP RI Muhamad Mardiono dalam FGD bertema 'Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Sebagai Gerakan Nasional Pengurangan Kehilangan dan Pemborosan Makanan' di Jakarta mengatakan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dia siap mendukung gerakan pengurangan good loss dan food waste yang telah diinisiasi oleh kementerian/lembaga dan pemerinth daerah sehingga menjadi gerakan nasional yang membudaya.

“Saya berharap seluruh stakeholder terlibat dalam gerakan ini termasuk para koki, praktisi pangan lokal, masyarakat, akademisi, perwakilan pelaku bisnis pangan, UMKM, serta media sebagai instrumen penyebaran informasi,” kata Mardiono.

Menurut Mardiono, Indonesia kaya akan sumber bahan pangan yang nilai gizinya sangat tinggi termasuk rempah yang melimpah, beraneka ragam jenis pangan lokal, hingga menu tradisional.

Hal itu bisa menjadi modal bagi bangsa ini untuk mewujudkan ketahanan pangan sehingga masyarakatnya bebas dari ancaman stunting dan kemiskinan ekstrem.

Mardiono menekankan pentingnya gerakan pengurangan food loss dan food waste mengingat jika ditinjau secara global sebanyak 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya.

“Bahkan akibat sampah makanan Bappenas memperkirakan negara setidaknya mengalami kerugian ekonomi mencapai Rp213 triliun sampai Rp551 triliun per tahun atau setara dengan 4-5 persen PDB Indonesia,” katanya,

Di sisi lain sampah makanan juga menyumbang 8-10 persen emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Berdasarkan data UNEP, Indonesia menempati peringkat ke-4 sebagai megara dengan produksi sampah makanan terbesar di dunia setelah China, India, dan Nigeria, dengan total sampah makanan mencapai 21 juta ton tiap tahunnya.

Pentingnya gerakan pengurangan food loss dan food waste mengingat jika ditinjau secara global sebanyak 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News