Ganjar Akui Penegakan Hukum Belum Penuhi Amanat Reformasi

Ganjar Akui Penegakan Hukum Belum Penuhi Amanat Reformasi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan stiker larangan mengonsumsi daging anjing. Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng/Antara

"Gubernur, bupati, wali kota harusnya bisa menjadi teladan bagi pejabat di bawahnya untuk menolak gratifikasi dan tidak melakukan korupsi," katanya.

Di tengah penjelasan Ganjar, seorang siswa bernama Rifky Arif menanggapi, "Kalau gubernur bersikap keras melawan korupsi, pasti ada tekanan dari berbagai pihak, bagaimana dengan Bapak?"

Menurut Ganjar, tekanan dalam setiap pekerjaan pasti ada.

"Ada, tekanan-tekanan itu saya anggap ujian. Kalau saya bismillah, berintegritas, insyaallah, tidak akan ada takutnya. Nanti ada seninya, apakah menghadapinya frontal, muter dahulu atau sambil senyum-senyum," jawab Ganjar.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah alumnus Universitas Gadjah Mada yang berprestasi. Hadir pula Wali Kota Pariaman Genius Umar yang juga lulusan magister UGM. (antara/jpnn)

Dalam pelaksanaan gerakan antikorupsi, menurut Ganjar, paling penting adalah peran pemimpin.


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News