Ganjil Genap Diprediksi Malah Naikkan Kemacetan 20 Persen

Ganjil Genap Diprediksi Malah Naikkan Kemacetan 20 Persen
Kemacetan di Jakarta. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Sistem ganjil-genap sudah diterapkan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai,  sistem ini malah akan memicu kemacetan yang lebih parah di jalur-jalur alternatif. 

Bahkan, tingkat kemacetan diprediksi semakin tinggi hingga 20 persen. Waktu tempuh perjalanan pun diprediksi hingga 30persen lebih lama. 

”Jika pertanyaannya, apakah ini akan menyelesaikan atau mengurangi kemacetan lalin (lalu lintas) di wilayah DKI Jakarta, saya meragukan tercapainya tujuan itu,” terang Ketua MTI Danang Parikesit. 

Sistem ini, kata Danang, tidak mendorong perubahan perilaku pengendara pribadi ke penggunaan angkutan umum. Tetapi hanya mengubah kebiasaan rute perjalanan. Wilayah ganjil-genap bisa lebih lancar asalkan tidak adanya pemalsuan pelat nomor yang akan sulit ditangani polisi. 

Namun, tak menutup kemungkinan para pemilik kendaraan pribadi itu memiliki ancang-ancang memalsukan pelat nomornya.

Secara konsep, sistem 3 in 1 sejatinya lebih maju dibandingkan sistem ganjil-genap. Karena, mendorong penggunaan high occupancy vehicle. 

Kegagalan kebijakan itu lebih karena tidak adanya kebijakan komplementer yang mendorong adanya alternatif angkutan umum.  Selain itu, kurangnya antisipasi serta tidak segera ditanganinya masalah sosial saat kebijakan ini dilaksanakan. 

Sementara itu pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instrans) Izzul Waro juga menilai uji coba sistem ganjil-genap tidak akan efektif.

JAKARTA - Sistem ganjil-genap sudah diterapkan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai,  sistem

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News