Gara-Gara ISIS, Sebagian Kurdi Irak Beralih ke Agama Leluhur

Gara-Gara ISIS, Sebagian Kurdi Irak Beralih ke Agama Leluhur
Pendeta Zoroaster di wilayah otonomi Kurdi. Foto: AFP

Kepentingan politik juga mempengaruhi keputusan sebagaian warga Kurdi beralih dari Islam ke Zoraster. Bagi mereka, memeluk agama leluhur adalah cara untuk menegaskan identitas regional yang bertentangan dengan pemerintah pusat di Baghdad.

Seperti diketahui, pada 2017 lalu warga wilayah otonomi khusus Kurdi menggelar referendum untuk menentukan status mereka. Sebagian besar warga memilih untuk merdeka dari Irak. Hasil referendum tersebut tentu saja tidak pernah diakui oleh Baghdad.

Meski jumlah penganut terus bertambah, Zoroaster tetap agama minoritas di kalangan Kurdi. Kabar baiknya, muslim Kurdi menerima para penganut agama nenek moyang itu dengan tangan terbuka, termasuk mereka yang murtad.

"Penganut Zoroaster adalah saudara, bukan musuh kami. Musuh adalah mereka yang membunuh kami, seperti Erdogan (presiden Turki)," ujar pemuka Islam setempat, Mullah Saman. (AFP/dil/jpnn)

Perlakuan brutal ISIS terhadap kaum minoritas dan alasan politis membuat sebagian warga Kurdi di Irak meninggalkan Islam untuk agama leluhur mereka, Zoroasterisme


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber AFP

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News