Gara-gara Kontroversi M Nuh, Pengamat Ini Usulkan Pelajaran Lelang Masuk Program Kartu Prakerja

Gara-gara Kontroversi M Nuh, Pengamat Ini Usulkan Pelajaran Lelang Masuk Program Kartu Prakerja
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Hendri Satrio mengusulkan pelajaran tentang lelang masuk dalam pelatihan program kartu prakerja.

Hendri menyampaikan usulan itu menyusul kontroversi seorang pekerja harian asal Jambi, M Nuh disebut memenangkan lelang motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi seharga Rp 2,5 miliar.

"Saya kira soal lelang ini hal biasa dilakukan rakyat Indonesia. Persoalan terbesarnya hanya masalah komunikasi," ujar Hendri kepada jpnn.com, Sabtu (23/5).

Menurut dosen di Universitas Paramadina ini, panitia kemungkinan tidak menyampaikan atau tidak membuat pengaturan sedemikian rupa.

Sehingga siapa saja bisa ikut ambil bagian dalam lelang pada acara konser amal penggalangan dana yang digelar secara virtual, Minggu (17/5) lalu.

"Jadi, pelajaran terpentingnya soal data dan komunikasi. Itu yang harus dipertegas. Lagian, masalahnya juga simple, kan saat ini juga sudah ada pemenangnya, yang sebelumnya pemenang kedua," ucapnya.

Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini kemudian menyarankan pelajaran soal lelang dimasukkan dalam program Kartu Prakerja.

"Kalau memang lelang ini menjadi pelajaran penting bagi bangsa ini, masukin saja pelajaran lelang di program kartu prakerja," ucapnya.

Pengamat politik Hendri Satrio mengusulkan pelajaran tentang lelang masuk dalam pelatihan program kartu prakerja.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News