Gas Donggi Senoro 75 Persen Diekspor

Gas Donggi Senoro 75 Persen Diekspor
Gas Donggi Senoro 75 Persen Diekspor
JAKARTA -- Pemerintah belum berpihak pada industri dalam negeri. Buktinya dari 2,2 triliun cubic feet (TCF) kandungan gas Donggi Senoro (Sulawesi), sebanyak 70-75 persennya akan diekspor. Padahal, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap membeli dengan harga tinggi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh menegaskan, pihaknya mengusahakan agar gas sebesar-besarnya untuk kepentingan domestik. Namun begitu, pemerintah tetap harus mempertimbangkan infrastruktur distribusi gas yang tersedia. Oleh karena itu, alokasi untuk domestik tidak terlampau besar. "Dari Menko Perekonomian (komposisi domestik) 70:30, dari Wapres minimal 25 persen dan dari saya antara 25 sampai 30 (persen)," ujarnya.

Dia menjelaskan, domain pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM dan jajarannya adalah menentukan besaran alokasi gas untuk ekspor dan domestik. Saat ini, Tim Donggi Senoro yang dipimpin Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita H. Legowo serta staf ahli MESDM bidang hukum, sedang melakukan evaluasi satu per satu hal-hal terkait Donggi Senoro. "Seperti apakah biayanya terlalu tinggi atau tidak, kemudian apakah ada permasalahan persaingan tidak sehat," imbuhnya.

Mengenai permintaan PT PLN agar mendapat alokasi gas yang lebih besar, menurut Darwin, PLN merupakan sektor atau perusahaan yang mendapat prioritas utama diberikan gas. Setelah itu baru pabrik pupuk. "Konsumen terbesar gas dalam negeri itu PLN, kedua industri pupuk dan ketiga baru industri lainnya. Otomatis komitmen kita pasti besar ke PLN," tukasnya.

JAKARTA -- Pemerintah belum berpihak pada industri dalam negeri. Buktinya dari 2,2 triliun cubic feet (TCF) kandungan gas Donggi Senoro (Sulawesi),

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News