Gay di Bintan Bunuh Pasangannya karena Sakit Hati

Gay di Bintan Bunuh Pasangannya karena Sakit Hati
Pelaku pembunuhan ditangkap polisi. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

Namun dia tak mematahkan bahwa tersangka dan korban memiliki hubungan sesama jenis alias gay. Hal ini dipastikan dari banyak chat mesra antara tersangka dan korban.

"Di sana juga ada chat bahwa korban dan tersangka telah melakukan hubungan badan," kata dia.

Bagaimana Julianto menghabisi nyawa Kardianus? Julianto mengambil tali tambang dari sumur belakang rumah lalu dia masuk kembali untuk menghabisi nyawa Kardianus.

Saat itu Kardianus masih dalam kondisi duduk dan pingsan usai dijerat tali tambang. Kemudian Julianto membawa Kardianus dengan memeluknya dari depan ke samping teras rumah.

Di sanalah, Julianto mengikatkan tali tambang ke leher Kardianus dengan kayu atap rumah sampai akhirnya Kardianus meninggal dunia.

"Jadi diikatkan leher korban dengan atap kayu rumah seolah-olah menyamarkan bahwa korban bunuh diri dan kalau dilihat orang bahwa korban benar benar bunuh diri namun kenyataannya korban dibunuh," kata dia.

Usai dibunuh, Julianto meminta bantuan tetangganya, Jejen untuk membawa Kardianus ke klinik antam. Di klinik tersebut, dokter menyatakan Kardianus sudah meninggal dunia. Akhirnya dibawa ke IGD RSUD Kabupaten Bintan.

Diberitakan sebelumnya, Kardianus ditemukan oleh teman sekamarnya Julianto dengan kondisi telungkup dengan lilitan tali di lehernya.

Polisi resmi menetapkan Julianto sebagai tersangka atas meninggalnya, Kardianus Rinyuang, 21, Kamis (18/10) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News