Senin, 17 Desember 2018 – 04:07 WIB

Genjot Kualitas Guru melalui PPG

Minggu, 03 Juni 2018 – 05:08 WIB
Genjot Kualitas Guru melalui PPG - JPNN.COM

jpnn.com, TANJUNG SELOR - Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, jumlah tenaga pendidik atau guru di Bumi Benuanta sebanyak 2.224 orang. Namun, dari jumlah tersebut, hanya separuh yang memenuhi kualifikasi.

Kepala Disdikbud Kaltara Sigit Muryono mengatakan, pihaknya terus menggenjot agar semakin banyak guru yang memenuhi kualifikasi tenaga pendidik yang berkualitas. Yakni, melalui program seleksi pendidikan profesi guru (PPG).

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Nomor 90:9013/B1.1/GT/2018 perihal Seleksi PPG dalam Jabatan. Selain itu, juga surat Lembaga Penjamin Mutu Dana Pendidikan (LPMP) Kaltara Nomor 645/D7.34/TU/2018.

“Jumlah guru SMA, SMK, dan SLB di Kaltara menurut data Dapodik (Data Pokok Pendidik) sebanyak 2.224 orang. Yang PNS (Pegawai Negeri Sipil) sekitar 1.320 orang. Yang sudah mempunyai sertifikasi pendidik sebanyak 638 orang. Sisanya masih belum. Itu tugas kita untuk meningkatkan kualifikasi guru tersebut,” terang Sigit, belum lama ini.

Sigit menyatakan, seleksi PPG bertujuan untuk memberikan sertifikat profesi bagi para tenaga kependidikan di Kaltara. Selain itu, juga bisa meningkatkan mutu pendidikan di provinsi paling bungsu ini. Apalagi, seleksi PPG tersebut memang diwajibkan bagi guru yang belum memiliki sertifikasi profesi.

“Tahun ini kita ada pre test untuk PPG. Tahun depan tidak ada lagi (yang belum bersertifikasi) jika menurut ketentuan. Tapi siapa tau ada lagi. Jadi guru itu lulus sertifikasi atau tidak tergantung kemampuan sendiri. Tergantung kesigapannya sendiri. Karena prosesnya online semua,” ungkap Sigit.

Meski begitu, yang paling penting dalam sistem pendidikan di Indonesia, termasuk Kaltara, adalah kualitas yang dihasilkan oleh setiap satuan pendidikan atau sekolah. Dia menuturkan, percuma ada peningkatan kualitas tenaga pendidik, tetapi tidak ada berpengaruh pada hasil kelulusan.

“Semakin tinggi kualifikasi gurunya, semakin tinggi hasil kelulusannya. Termasuk hasil ujian nasionalnya. Jangan sampai kualifikasi guru tinggi, kualitas lulusannya jelek, negara rugi,” pungkasnya. (rus/rio)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar