Genjot Produksi Padi dan Jagung Nasional, Kementan Siapkan SDM Unggul

Genjot Produksi Padi dan Jagung Nasional, Kementan Siapkan SDM Unggul
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi saat jumpa pers secara virtual, Senin (19/2). Foto: Romaida/jpnn.com

Program percepatan penanaman padi dan jagung nasional ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi telah menginstruksikan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menambah alokasi pupuk subsidi sebesar Rp 14 triliun atau senilai 7.2 juta ton pada 2024.

Demi mewujudkan program tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan akan menggelar Training of Trainers (TOT) Pupuk Subsidi dan Peningkatan Produksi Padi.

Pelatihan ini akan dilaksanakan di BBPMKP Ciawi dan akan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman pada 20-22 Februari 2024.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan TOT ini akan diikuti oleh peserta 48.111 yang terdiri dari 189 widyaiswara, 253 Dosen, 63 Guru SMKPP lingkup Kementan, 24.607 Penyuluh Pertanian PNS, 12.480 Penyuluh Pertanian PPPK, 1.744 Penyuluh Pertanian THL APBN, dan 8.775 penyuluh pertanian THL BPBD.

Adapun TOT digelar untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam pengelolaan pupuk subsidi serta peningkatan produksi padi dan jagung nasional.

"Seluruh peserta TOT akan menjadi kepanjangan tangan Kementan untuk mensosialisasikan terkait kebijakan pupuk bersubsidi ini. Kita harus memastikan sarana dan prasarana ada di lapangan saat akan masuk musim tanam," tutur Dedi saat jumpa pers secara virtual pada Senin (19/2).

Dalam kesempatan tersebut, Dedi menjelaskan penting untuk melakukan inovasi dan penerapan teknologi yang tepat dalam sistem penanaman.

Menggenjot produksi padi dan jagung nasional,Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan SDM unggul.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News