Genjot Sindikasi RMB PTKI demi Banjiri Dunia Maya dengan Narasi Moderasi Beragama

Genjot Sindikasi RMB PTKI demi Banjiri Dunia Maya dengan Narasi Moderasi Beragama
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendis Kemenag Ahmad Zainul Hamdi (memegang mikrofon) menghadiri Rapat Koordinasi Penyusunan Blue Print Sindikasi Media PTKI. Foto: Humas Kemenag

"Mengapa kekuatan yang sedahsyat ini itu tidak bisa dimaksimalkan untuk melakukan mainstreaming (pengarusutamaan, red) di wacana publik guna memperkuat moderasi beragama?" katanya.

Lebih lanjut Inung meyakini sindikasi itu akan berfungsi sangat efektif dalam menyuarakan, mengadvokasi, dan memperkuat moderasi beragama di ruang publik.

Jika sebuah isu bisa digaungkan dengan masif, Inung mengaku optimistis hasilnya akan lebih baik dan membumi.

"Sindikasi ini baru dirintis sekitar 3-4 bulan terakhir. Namun, melihat progresnya sangat menggembirakan karena respons publik begitu positif,” tuturnya.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu menambahkan Kemenag juga mengoptimalkan kekuatan pers mahasiswa untuk memperkuat narasi moderasi.

Menurut Inung, optimalisasi dan internalisasi nilai moderasi banyak menggunakan jalur PTKI karena selama ini wacana dan praktik keagamaan yang moderat sudah berjalan di kampus-kampus keislaman.

“Sindikasi ini akan terus dikolaborasikan dengan berbagai pihak," ujarnya.

Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama Diktis Kemenag Thobib al-Asyhar menambahkan nilai-nilai moderasi beragama juga disebarkan melalui kurikulum di PTKI.

Narasi keagamaan yang mengarah ke radikalisme, bahkan ekstremisme, kerap mengemuka di tengah masyarakat, meski hal itu berseberangan dengan moderasi beragama.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News