Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih, Mendagri Ingat Keberanian Arek-arek Suroboyo

Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih, Mendagri Ingat Keberanian Arek-arek Suroboyo
Mendagri Tito Karnavian menghadiri Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/8). Foto: Puspen Kemendagri

"Pelajaran penting yang kita pelajari, kalau ini kita dalam suasana menaikkan bendera tanpa ada perlawanan, seperti yang dilakukan tokoh-tokoh senior yang ada di Surabaya," kata Tito.

Tanpa menafikan daerah lain, sambung Tito, Surabaya juga memiliki peran penting dalam peristiwa 10 November 1945.

"Indonesia bisa kita pertahankan salah satunya karena adanya nilai kepahlawanan, militansi, dan keberanian arek-arek Suroboyo," tandasnya.

Ditekankan bahwa mengibarkan bendera merah putih merupakan salah satu cara menghargai dan menghayati perjuangan keras para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

"Saya harapkan pembagian bendera ini diikuti dengan pengibaran terus menerus untuk menaikkan rasa nasionalisme kita, dan terutama warga Surabaya ini harus menjadi salah satu bagian depan," pungkas Tito.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kehadiran Mendagri dalam kegiatan itu memberikan semangat kepada seluruh elemen strategis di Jawa Timur.

"Kenapa kehadiran Bapak disambut dengan sholawat? Sebab kalau ada sholawat Nabi, maka Insyaallah Nabi akan hadir bersama kita dan Insyaallah moderasi dan toleransi juga akan hadir di tengah kita semua," ujar Khofifah.

Hadir juga dalam kegiatan ini Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta beserta jajaran, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan seluruh perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur. (rls/sam/jpnn)

Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, Mendagri Tito Karnavian ingat militansi dan keberanian arek-arek Suroboyo.


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News