Geram Atribut Cawalkot di Instansi Pemerintahan

Geram Atribut Cawalkot di Instansi Pemerintahan
Geram Atribut Cawalkot di Instansi Pemerintahan
TANGSEL-Pejabat Walikota Tangsel, HM Shaleh, geram dengan maraknya berbagai atribut calon kandidat yang hendak tampil di Pemilukada Tangsel. Pasalnya, penempatan alat propaganda pencitraan diri itu di tempatkan sembarangan.  Karena itu, dia lantas menegur Kepala Satpol PP Kota Tangsel yang dianggap tidak berani bertindak menertibkan maraknya spanduk dan poster liar milik Calon Walikota (Cawalkot) tersebut.

Pasalnya, selain tidak berizin dan membayar pajak, penyebaran spanduk, baliho dan poster itu melanggar digelar sebelum pelaksanaan kampanye Pemilukada Tangsel serta merusak tata kota. Saat ditemui sejumlah wartawan termasuk INDOPOS, di Gedung Pemkot Tangsel, Shaleh yang juga menjabat Kadis Bina Marga dan Tata Ruang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengatakan telah mengeluarkan surat keputusan (SK) agar dilakukan penertiban spanduk dan poster liar Cawalkot tersebut.

    

Terutama yang ada di gedung pemerintahan. ”Saya sudah buatkan SK penertibannya. Apa harus saya sendiri yang turun dari mobil untuk menurunkan atribut para para calon walikota yang melanggar itu,” terang Shaleh kesal.  Menurutnya juga, masih maraknya alat propaganda para Cawalkot itu membuat citra pemerintahannya di masyarakat menjadi sangat buruk.

Karena masyarakat menuduh Pemkot Tangsel bersikap tidak netral dalam Pemilukada. Walau dia tidak menampik banyak menemukan alat peraga Cawalkot tertentu yang sengaja dipampangkan di beberapa kantor instansi pemerintahan. Seperti stiker, poster, spanduk, dan kalender. ”Karena itu saya keluarkan SK penertiban. Harusnya Kepala Satpol PP tegas dengan SK tersebut. Jangan takut, copoti semua alat propaganda yang melangar itu,” ucapnya juga.

TANGSEL-Pejabat Walikota Tangsel, HM Shaleh, geram dengan maraknya berbagai atribut calon kandidat yang hendak tampil di Pemilukada Tangsel. Pasalnya,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News