Gerhana Bulan dan Supermoon Berbahaya bagi Ibu Hamil?

Gerhana Bulan dan Supermoon Berbahaya bagi Ibu Hamil?
Gerhana Bulan. Ilustrasi Foto: Pixabay

Semua hal itu untuk memastikan tidak ada sinar bulan yang masuk ke dalam rumah. Setelah gerhana selesai, ibu hamil harus mandi untuk membersihkan dirinya dan janin di kandungan dari bahaya yang dapat terjadi.

Semua kepercayaan tersebut merupakan mitos belaka. Blue moon, supermoon, dan gerhana bulan merupakan fenomena astronomi yang tak ada pengaruhnya dengan ibu hamil.

Aman bagi ibu hamil

Alih-alih membahayakan kesehatan, kejadian ini justru sangat menarik untuk disaksikan. Bahkan fenomena ini bisa menjadi sarana edukasi yang baik mengenai ilmu astronomi. Ibu hamil juga tidak perlu khawatir menyaksikannya, sebab paparan sinar bulan yang terjadi tak terbukti memiliki dampak negatif pada kehamilan dan pada tumbuh kembang janin.

Pada masa kehamilan, janin terlindung dengan sempurna di dalam rahim ibu. Semua nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin diberikan dari tubuh ibu ke dalam tubuh janin melalui plasenta.

Umumnya, kecacatan pada janin terjadi bila ada gangguan pada rahim, asupan nutrisi yang kurang dari ibu, infeksi pada ibu yang menular ke janin, kelainan kromosom janin, atau gangguan pada plasenta.

Selain kondisi tersebut, termasuk kejadian supermoon dan gerhana bulan tidak memengaruhi kondisi janin di dalam rahim ibu.

Jadi, ibu hamil tak perlu khawatir untuk menyambut dan menyaksikan peristiwa supermoon dan gerhana bulan. Anda bisa mencari tempat terbaik untuk menyaksikannya, sebab kesempatan seperti ini sangat langka.(BA/ RVS/klikdokter)


Banyak orang menyarankan ibu hamil sembunyi di kolong tempat tidur selama supermoon, blue moon, dan gerhana bulan berlangsung.


Redaktur & Reporter : Yessy

Sumber Klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News