Gerindra: Pemerintah Selalu Kalah dari Mafia Pupuk

Gerindra: Pemerintah Selalu Kalah dari Mafia Pupuk
Ilustrasi. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Program strategis nasional berupa swasembada pangan dari tahun ke tahun selalu gagal. Penyebabnya menurut anggota Komisi VI DPR Abdul Wachid antara lain karena pupuk bersubsidi yang seharusnya sampai ke lahan petani harus mampir dulu di gudang mafia pupuk.

"Setiap tahun pemerintah selalu mencanangkan swasembada pangan. Tapi dalam kenyataannya selalu gagal karena kalah cepat dari mafia pupuk," kata Wachid, dalam rilisnya di sela-sela reses ke Semarang Jawa Tengah, Rabu (30/3).

Padahal lanjut politikus Partai Gerindra ini, pupuk bersubsidi merupakan faktor penentu bagi petani untuk memaksimalkan produksi pertaniannya.

Dia jelaskan, mafia pupuk bermain pada penyaluran distribusi tingkat kabupaten yang pelakunya rata-rata bukan penduduk setempat. "Mereka sangat eksis ketika pupuk bersubsidi lepas dari gudang menuju kantong-kantong petani di tingkat kecamatan. Pada momen inilah mereka berusaha mengumpulkan pupuk subsidi karena dalam waktu bersamaan ketersediaan pupuk petani mulai menipis," ujarnya.

Begitu para petani berteriak pupuk mereka habis lanjut Wachid, saat itulah mafia melepas pupuk dengan harga non-subsidi. "Akibatnya, petani haarus membeli pupuk bersubsidi dengan harga pasar," tegasnya.

Padahal dalam SOP-nya, kata dia, pupuk bersubsidi harus diamankan mulai dari pabrik sampai ke tangan petani serta menyebarannya harus merata ke para petani.

Selain itu, anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah II ini juga menerima keluhan tidak adilnya alokasi pupuk. "Saya juga menerima keluhan, mengenai alokasi pupuk yang tidak adil. Para distributor asli putra daerah diberi sedikit pupuk. Sedangkan distributor bukan daerah asli dialokasikan lebih besar. Padahal mereka ini tidak punya gudang," pungkasnya.(fas/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News