Golkar Kurang Happy Demokrat Masuk Kabinet Jokowi?

Golkar Kurang Happy Demokrat Masuk Kabinet Jokowi?
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama para petinggi PG saat pengumuman susunan kepengurusan Partai Golkar 2017-2019 di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (22/1). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terkesan kurang happy dengan rencana Partai Demokrat bergabung ke koalisi pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.

Hal ini terlihat dari jawaban Airlangga saat ditanya pendapatnya tentang kabar partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan merapat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Ya, tentu akan kami dengar saja kalau mereka menyampaikan rencana untuk bergabung dengan pemerintah. Kalau mereka bikin statement kan, haknya mereka," ucap Airlangga di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/8).

Ketum partai yang juga menteri perindustrian itu mengatakan sejauh ini belum ada pembicaraan di koalisi pemerintah terkait bergabungnya Partai Demokrat. Kalaupun partai berlambang bintang mercy itu resmi bergabung, Airlangga menilai koalisinya cukup di parlemen saja.

"Tentu koalisi bisa di parlemen, bisa di banyak tempat lah. Kalau di parpol kan, kursinya di parlemen. Jadi tentu akan bisa memperkuat koalisi di parlemen," ucap mantan politikus Senayan ini.

BACA JUGA: Isyarat Demokrat Lebih Sreg Bantu Jokowi ketimbang Jadi Oposisi

Kerja sama di parlemen sendiri menurut Airlangga, bisa diwujudkan Demokrat dengan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah yang membutuhkan persetujuan parlemen.

"Apakah itu terkait perundang-undangan, apakah terkait fungsi anggaran. Apa juga dengan pengawasan. Dengan semakin besar koalisi, tentu itu akan memperkuat posisi pemerintah," tambahnya.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terkesan kurang happy dengan rencana Partai Demokrat bergabung ke koalisi pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News