Good Perfect

Oleh: Dahlan Iskan

Good Perfect
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Apakah berarti Barat juga harus menerima dua provinsi bagian timur Ukraina merdeka?

Tidak harus begitu. Itulah perlunya perundingan. Kontak. Bertemu. Jangan walk out dan jangan membuat ada pihak yang walk out. Setidaknya belajarlah mulai mendengar. Terutama mendengar curhatan Indonesia dan India dan negara yang bukan anggota G20 seperti Sri Lanka.

Penduduk negara Barat itu, kata Mahbubani, jumlahnya hanya 18 persen. Selebihnya masih 82 persen. Apakah suara yang 82 persen itu tidak perlu didengar.

India, misalnya, sangat ingin didengar. Negara itu tidak cukup punya sumber energi. Lebih lagi Pakistan. India terpaksa impor minyak dari Rusia. Barat mengecam dan mempersalahkan India. Padahal itu, bagi India, menyangkut hidup dan mati 1,5 miliar manusia.

”Nilai migas yang kami impor dari Rusia itu, selama sebulan, hanya sama dengan impor Eropa dari Rusia satu petang,” ujar Menlu India.

Berarti, Barat sendiri sebenarnya juga jadi korban. Bukan korban perang, melainkan korban sanksi yang mereka jatuhkan sendiri ke Rusia. Tentu korban perang juga.

Tanpa serangan Rusia, sanksi itu tidak dikenakan. Kata Rusia: serangan itu tidak akan ada kalau Barat tidak memproses penerimaan Ukraina sebagai anggota NATO.

Kini inflasi di Barat gila-gilaan. Rakyat mereka mulai tidak puas –apalagi kalau perang berkepanjangan.

Menlu Indonesia Retno Marsudi menyambut semua tamu yang akan masuk ruang rapat. Giliran yang datang Menlu Rusia yang tinggi itu, teriakan datang dari kerumunan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News