Grant Thornton Indonesia: Perlu Strategi Tepat Memulihkan Perekonomian

Grant Thornton Indonesia: Perlu Strategi Tepat Memulihkan Perekonomian
Beberapa nilai saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto dok Yessy Artada/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Data Grant Thornton mengungkapkan optimisme ekonomi global menurun 16 poin pada semester pertama 2020.

Indonesia sendiri mengalami penurunan optimisme sebesar 22 poin. Meskipun demikian, Indonesia masih memiliki prospek optimisme tinggi.

Indonesia juga menduduki peringkat keenam secara global walau hanya 50 persen dari pasar bisnis menengah di yang berekspektasi mengalami peningkatan pendapatan dan profitabilitas dalam 12 bulan ke depan.

Advisory Director Grant Thornton Indonesia Marvin E. Camangeg mengungkapkan, jika melihat proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang menghadapi kesulitan dalam memulihkan kembali perekonomian, perlu strategi yang tepat dalam menghadapinya.

Dia menambahkan, kas menjadi ‘raja’ ketika pendapatan dan profitabilitas mencapai titik terendah.

Menurut dia, saat ini memang tingkat optimisme Indonesia lebih tinggi dibandingkan angka global dan Asia Pasifik dengan rata-rata sebesar 32-34 persen.

“Harapannya dengan banyaknya perusahaan yang terus membangun kapabilitasnya dan tergerak untuk go public menjadi salah satu penggerak pemulihan ekonomi di Indonesia,” kata dia dalam webinar dengan tema Opsi Pendanaan Perusahaan untuk Melewati Masa Pandemi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Agustus 2020.

Sebelumnya Grant Thornton Indonesia juga sudah mengeluarkan Business Resilience Wheel yang menyebutkan pentingnya komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) sebagai salah satu strategi bertahan suatu perusahaan dengan memiliki opsi pendanaan atau investasi.

Data Grant Thornton mengungkapkan optimisme ekonomi global menurun 16 poin pada semester pertama 2020.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News