Gubernur Baru BI Harus Lebih Berpihak pada UMKM

Gubernur Baru BI Harus Lebih Berpihak pada UMKM
Bank Indonesia. Foto: Ilana Adi Perdana/Jawa Pos.Com/JPNN

Dia menambahkan, jika hal itu terjadi, pelaku UMKM akan dirugikan. Perbankan penyalur pinjaman pun akan menderita.

Sebab, peningkatan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) berkorelasi dengan ketidaksehatan sebuah bank. 

Peran BI dalam mendorong UMKM juga tergambar dalam intermediasi perbankan. “Intermediasi secara sederhana dapat diartikan sebagai perantara atau penghubung. Penghubung antara masyarakat yang menyimpan dana dalam berbagai bentuk simpanan dan masyarakat yang membutuhkan dana dalam bentuk kredit,” kata William.

Namun, sesuai dari catatan BI, peran bank dalam mendorong UMKM di tanah air masih belum maksimal.

Indikatornya adalah porsi kredit UMKM perbankan pada tahun lalu hanya berada pada kisaran 15 persen.

Padahal, UMKM merupakan motor utama perekonomian Indonesia. UMKM juga pernah disebut Gubernur BI Agus Martowardojo merupakan kunci penciptaan sumber ekonomi baru di tanah air. 

BI juga mencatat rata-rata pembiayaan UMKM oleh bank di Asia memiliki rasio 11,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan 18,7 persen terhadap total pembiayaan.

Khusus untuk Indonesia, penyaluran kredit UMKM Indonesia baru sebesar 7,1 persen terhadap GDP.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo akan meletakkan jabatannya pada Mei 2018.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News