Gubernur Larang Penerapan Wajib Masker di Sekolah, Para Guru Jadi Korban

Gubernur Larang Penerapan Wajib Masker di Sekolah, Para Guru Jadi Korban
Siswa mengenakan masker pelindung, mengantri di luar kelas pada hari pertama sekolah, di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di Sekolah Katolik St. Lawrence di North Miami Beach, Florida, AS, Rabu (18/8/2021). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Marco Bello/WSJ/sa

Minggu ini, Departemen Pendidikan negara bagian menahan dana dari dua distrik tersebut, meskipun seorang hakim negara bagian memutuskan pekan lalu bahwa negara bagian tidak memiliki wewenang untuk melarang mandat.

Dua distrik kecil yang tidak mewajibkan masker terpaksa ditutup karena melonjaknya kasus COVID. Dengan anggota staf sakit atau dikarantina, kekurangan sopir bus dan guru telah menyebabkan kepadatan di bus dan ukuran kelas yang lebih besar, membuat jarak sosial lebih sulit, kata Presiden Asosiasi Pendidikan Florida Andrew Spar.

"Distrik-distrik hanya berusaha melakukan yang terbaik yang mereka bisa, tetapi itu menantang ketika kami tidak mendapatkan dukungan dari negara bagian," kata Spar.

Valda McKinney, pengurus serikat guru lokal di Chapman, mengatakan kehilangan temannya Lillian Smith - yang menurut Weingarten dan laporan berita lokal belum divaksin - membuat COVID-19 terasa lebih mengancam.

"Guru cemas," kata McKinney.

Di jam pelajaran kelas satu pada Jumat, pemimpin serikat pekerja nasional Weingarten membagikan buku-buku baru.

"Ini adalah penghormatan kami terhadap Ibu Smith," kata Weingarten. :Salah satu hal yang paling dia inginkan adalah agar kalian semua berhasil. (ant/dil/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Guru dan staf sekolah di daerah ini jadi korban kebijakan gubernur yang melarang penerapan wajib masker


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News