Guru Honorer Tetap Bertahan Meski Gaji Hanya Rp 60 Ribu/bulan

Guru Honorer Tetap Bertahan Meski Gaji Hanya Rp 60 Ribu/bulan
Salah seorang guru honorer di salah satu sekolah swasta, Kota Solok, Sumatera Barat Doni Alfiz hendak berkeliling menjual kerupuk. (Antara/HO-Act Solok)

"Semoga menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendidik anak murid kami serta menjadi ladang amal ibadah bagi para sahabat dermawan yang telah peduli dengan kami selaku guru honorer," ucapnya.

Dia juga berharap agar program tersebut terus berlanjut ke depannya sehingga terus menjadi motivasi penyemangat bagi mereka dan juga murid-murid yang ada.

Ketua ACT cabang Solok Tengku Dewan melalui tim Program ACT Solok Chahyo Shaputra mengatakan bantuan biaya hidup untuk para guru honorer tersebut bertujuan untuk menyejahterakan kehidupan mereka.

"Kita melihat karena saat ini masih banyak guru honorer yang mendapatkan penghasilan minim, bahkan di bawah UMR," ucapnya.

Dia menyebut penerima manfaat yang mendapatkan bantuan biaya hidup dari program dimaksud sebanyak enam guru di Kota Solok, yakni Yuliasmi, Okta Ariska, Tuti, Rina, Yernifa dan Doni Alfiz.

Dia juga mengatakan bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp 500 ribu per orang.

Dia berharap semoga dengan bantuan itu dapat memberikan dampak baik bagi para guru yang sudah mengabdi rata-rata di atas 10 tahun.

“Harapan ke depannya semoga program sahabat guru Indonesia (SGI) ini dapat menjangkau hingga pelosok Kota dan Kabupaten Solok,” ujar dia.

Guru honorer tetap bertahan membaktikan hidupnya untuk mengajar meski hanya mengantongi gaji Rp 60 ribu/bulan.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News