Gus Halim: Desa Berperan Tingkatkan Perbaikan Gizi Bumil dan Balita untuk Cegah Stunting

Gus Halim: Desa Berperan Tingkatkan Perbaikan Gizi Bumil dan Balita untuk Cegah Stunting
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar alias Gus Halim. Foto: Dokumentasi Humas Kemendes PDTT

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar berharap desa berperan dalam kebijakan konvergensi stunting untuk ibu hamil (bumil) serta balita.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu menyampaikan desa berperan dalam meningkatkan perbaikan gizi pada ibu hamil dan balita yang menjadi sasaran prioritas program pencegahan stunting.

Data profil desa yang setiap tahun dikumpulkan untuk pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) menunjukkan bahwa pada 2022 di desa ada sebanyak 3.036.289 ibu hamil, dan 5.332.928 anak di bawah 2 tahun.

Dari data tersebut, sebanyak 169.584 ibu hamil menerima bantuan penanganan khusus dalam tenggat waktu satu bulan.

"Namun, masih ada 169.584 ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis sehingga mereka mendapat kunjungan rumah bulanan," sebut Gus Halim di Jakarta, Sabtu (29/4).

Sementara itu, untuk data anak di bawah umur 2 tahun, rinciannya sebanyak 2.931.289 anak telah mendapat imunisasi dasar lengkap.

Kemudian sebanyak 3.541.272 anak ditimbang rutin bulanan, serta 3.459.769 anak diukur tinggi badan dua kali dalam satu tahun.

Guna memastikan pendekatan penanganan stunting terlaksana secara maksimal, dilakukan juga kunjungan ke rumah warga secara intensif.

Ibu hamil atau bumil dan balita menjadi sasaran prioritas program pencegahan stunting, peningkatan perbaikan gizinya dapat dilakukan oleh desa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News