Gus Menteri Sebut SDGs Desa Sejalan Stranas ATS

Gus Menteri Sebut SDGs Desa Sejalan Stranas ATS
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat menjadi pembicara utama "Peluncuran dan Peresmian Strategi Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Diseminasi Nasional Hasil Monitoring Dampak Covid-19 terhadap Permasalahan Anak Tidak Sekolah" yang digelar Bappenas, Rabu (23/12). Foto: Humas Kemendes PDTT.

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan arahan baru pembangunan desa ingin memastikan terwujudnya desa peduli anak sebagai tekanan. Supaya desa memedulikan masa depan anak dengan memperhatikan kesehatan dan pendidikannya.

“Khusus di desa, kepedulian terhadap anak terangkum dalam tujuan SDGs Desa,” katanya saat menjadi keynote speech dalam "Peluncuran dan Peresmian Strategi Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah (Stranas ATS) dan Diseminasi Nasional Hasil Monitoring Dampak Covid-19 terhadap Permasalahan Anak Tidak Sekolah" yang digelar Bappenas, Rabu (23/12).

Sosok yang karib disapa Gus Menteri ini mengatakan pencapaian agenda mewujudkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing di antaranya dapat diukur dengan melihat perkembangan anak dari segi kesehatan maupun pendidikan.

Ia menjelaskan dalam bidang pendidikan, data sensus 2017 memperkirakan terdapat 4,4 juta anak-anak usia 7-18 tahun yang tidak sekolah (ATS). Khusus di desa, angka partisipasi murni (APM) sekolah dasar desa relatif telah serupa dengan kota. Namun, kesenjangan mulai muncul pada jenjang sekolah menengah.

Pada 2019, APM sekolah dasar di desa 97 persen, sedangkan di kota 98,18 persen. APM sekolah menengah pertama di desa 74,98 persen, sementara di kota 81,89 persen. APM sekolah menengah atas di desa 49,6 persen, sementara di kota 59,3 persen.

“Secara operasional pengembangan pembangunan mewujudkan SDM berkualitas dan berdaya saing tersebut salah satunya diturunkan dalam rencana aksi strategis  nasional penanganan anak tidak sekolah (Stranas ATS),” ujarnya.

Stranas ATS bertujuan untuk memastikan adanya penguatan, perbaikan, perluasan, serta koordinasi yang lebih baik dan efektif dari berbagai program dan inisiatif pemerintah dan masyarakat, untuk memenuhi  kebutuhan pendidikan dan pelatihan anak-anak di Indonesia.

“Tujuan Stranas ATS tersebut sejalan dengan tujuan SDGs Desa keempat, yaitu Pendidikan Desa Berkualitas. Di desa, langkah pertama untuk mencapai tujuan SDGs Desa ini demi mendukung pendidikan anak, desa harus memiliki daftar anak sekolah, anak putus sekolah dan anak tidak sekolah,” jelasnya.

Karena itulah, Gus Menteri mengatakan, pencapaian 18 SDGs di desa dimulai dengan pengumpulan data desa berbasis rukun tetangga, rumah tangga dan juga individu.

Menurut Gus Menteri, tujuan Stranas ATS sejalan dengan SDGs Desa Keempat, yaitu Pendidikan Desa Berkualitas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News