JPNN.com

Gus Menteri Yakin SDGs Desa Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Desa

Kamis, 21 Januari 2021 – 20:23 WIB
Gus Menteri Yakin SDGs Desa Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Desa - JPNN.com
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar atau Gus Menteri. Foto: Humas Kemendes PDTT.

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meyakini konsep SGDs Desa akan berdampak dalam percepatan penanganan pembangunan yang luar biasa terhadap berbagai permasalahan di desa.

Menurutnya, SDGs desa bisa menjadi salah satu konsep yang mengubah paradgima pembangunan, dari yang bersifat abstrak menjadi konkret. Dari yang bersifat konseptual menjadi terukur dan makro jadi mikro.

"Dalam SDGs desa ini, seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat, no one left behind," kata Gus Menteri, panggilan akrabnya saat menjadi keynote speaker diskusi publik bincang-bincang Wisma Hijau - Bina Swadaya secara virtual dari kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Kamis (21/1).

Perlu diketahui, SDGs Desa menjadi suatu ukuran dalam memanfaatkan penggunaan dana desa agar tercapai pembangunan yang diharapkan oleh desa tersebut.

Secara global maupun nasional terdapat 17 tujuan pencapaian dari SDGs. Namun, Kemendes PDTT menghadirkan kebijakan SDGs Desa, yang terdapat 18 tujuan yang akan dicapai

Adapun 18 tujuan pencapaian dari SDGs Desa yakni desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, keterlibatan perempuan desa, desa layak air bersih dan sanitasi, desa berenergi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi desa merata, infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.

Kemudian, desa tanpa kesenjangan, kawasan permukiman desa aman dan nyaman, konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, desa tangkap perubahan iklim, desa peduli lingkungan laut, desa peduli lingkungan darat, desa damai berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa dan kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaftif.

Dasar pemikiran munculnya SDGs ke-18 adalah menghargai keberadaan bangsa Indonesia yang sangat beragam, budaya, bahasa, adat istiadat, dan lain-lain.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...