Gus Yahya Terpilih Jadi Ketum PBNU, PA 212: Innalillahi, NU Dapat Musibah yang Besar

Gus Yahya Terpilih Jadi Ketum PBNU, PA 212: Innalillahi, NU Dapat Musibah yang Besar
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya unggul jauh dibandingkan Kiai Said Aqil dalam penjaringan bakal calon ketum PBNU di Muktamar NU Lampung. Foto: Dok. PBNU

jpnn.com, JAKARTA - Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengomentari terpilihnya Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.

Dia menyebut NU telah mendapat musibah atas terpilihnya Gus Yahya.

Innalillahi wa innailaihi rojiun NU telah mendapat musibah yang besar, yaitu krisis kepemimpinan karena yang menjadi Ketum PBNU saat ini bisa dirasakan,” ujar Novel kepada JPNN, Jumat (24/11).

Novel menilai sosok Gus Yahya sangat jauh dari nilai-nilai Islam yang rahmatan Lil Alamin dan sangat berbahaya buat keutuhan umat Islam.

“Karena (Gus Yahya) sangat kental dengan sarat paham sepilisnya yang sesat mengatasnamakan agama dan otomatis mengatasnamakan NU,” ujar Novel.

Padahal, kata Novel masih banyak kiai-kiai NU yang lurus dan istikamah. Namun mereka tergerus oleh kekuatan politik uang yang dimainkan para oknum NU.

“Ormas Islam (NU) ini dalam menentukan pimpinan diduga kuat bermain dengan sogok-menyogok dan diduga melibatkan aseng dan asing kafir,” tegas Novel.

Novel pun yakin ke depannya Indonesia akan semakin dibuat gaduh dan terpecah belah demi kepentingan para pemodal.

Novel Bamukmin mengomentari terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketum PBNU periode 2021-2026. Dia pun menyebut NU tengah mendapat musibah besar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News