JPNN.com

H+3, Pelabuhan Merak Relatif Masih Lengang, Bakauheni Ramai

Selasa, 19 Juni 2018 – 21:03 WIB H+3, Pelabuhan Merak Relatif Masih Lengang, Bakauheni Ramai - JPNN.com

jpnn.com, BAKAUHENI - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, Selasa (19/6) melakukan pemantauan Arus Balik Angkutan Lebaran 1439 H / 2018 di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Hasilnya mulai terjadi lonjakan penumpang di Pelabuhan Bakauheni.

Sedangkan untuk di Pelabuhan Merak, Djoko mengatakan relatif lengang. Ini disebabkan dalam arus balik ini Pelabuhan Merak hanya menerima penumpang dan kendaraan yang berasal dari Bakauheni.

“Kami lihat memang ada lonjakan dan Alhamdulillah teman-teman di Pelabuhan Bakauheni bisa mengawasi. Lonjakan ini tidak ekstrem karena memang sesuai dengan prediksi berdasarkan data yang kami miliki. Juga kami lihat bahwa 21 Juni 2018, PNS dan beberapa perusahaan swasta itu sudah masuk kerja,” kata Djoko.

Untuk itu, Djoko meminta kepada seluruh jajaran Kemenhub dan PT ASDP Indonesia Ferry terus melaporkan dan mengawal peningkatan dan lonjakan penumpang, serta terus melakukan pelayanan kepada pengguna jasa sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada.

“Karena kalau SOP nya sudah mencapai tingkat kejenuhan, maka perlu disiapkan langkah-langkah agar pengguna jasa bisa tetap merasa terlayani dengan baik. Memang tentang kenyamanan dalam masa puncak ini tentu ada penurunan. Tapi kecepatan maupun juga integrasi dengan moda lain diharapakan tetap tinggi,” ujar Djoko.

Untuk skenario yang disiapkan dalam mengantisipasi lonjakan pada arus balik, Djoko mengatakan tidak jauh berbeda seperti yang dipergunakan pada tahun lalu. Hanya saja perlu dipertanyakan kembali SOP yang dipergunakan apakah masih mengakomodasikan tidak tentang hal ini.

Djoko menambahkan terjadi penurunan sebesar 4 persen untuk data secara total dibandingkan tahun lalu.

"Artinya kami membacanya mungkin saja ada perpindahan dari moda jalan ke moda yang lain. Memang data yang kami miliki juga penerbangan meningkat, jadi secara korelasi mungkin saja, setelah akan kami dalami. Mungkin saja pengguna jalan ternyata berpindah ke moda lain seperti penerbangan ataupun kereta api,” tandasnya.(chi/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...