Habib Kribo

Oleh Dhimam Abror Djuraid

Habib Kribo
Habib Zein Assegaf alias Habib Kribo. Ilustrasi: Instagram/assegafzen

Entah dari mana referensi Zein Kribo ketika menyebut bangsa Arab tidak akan punya kehormatan tanpa Ka’bah. Karena pernyataan ini hanya sepotong, kita tidak bisa paham apa yang dimaksud Zein Kribo.

Mungkin dia ingin mengatakan bahwa tanpa Islam bangsa Arab tidak punya kehormatan. Kalau itu yang dimaksud Zein, dia benar.

Sebelum Islam masuk ke Arab, bangsa itu berada pada masa kebodohan jahiliah. Islam-lah yang mengangkat budaya Arab dan menjadikannya kekuatan peradaban besar yang dihormati dan disegani dunia.

Bangsa Arab hanya terdiri dari suku-suku kecil yang terpisah-pisah, terpencil, serta tidak punya peran dalam peradaban dunia. Dengan kehadiran Islam pada abad ke-7, Arab bangit menjadi kekuatan besar yang bisa mengalahkan dua imperium besar dunia, Persia dan Romawi yang Kristen.

Islam telah menyatukan seluruh Arabia menjadi kekuatan peradaban yang membentang jauh sampai ke jantung Eropa. Ketika Eropa masih terlelap dalam keterbelakangan, kebodohan, dan kegelapan, Islam sudah melahirkan intelektual-intelektual yang menguasai ilmu pengetahuan dunia.

Peradaban Barat-Kristen modern sekarang ini tidak akan pernah ada kalau tidak ada peradaban Islam. Peradaban Islam-lah yang menjadi jembatan dari peradaban Yunani Kuno menuju Barat modern sekarang.

Kenyataan itu banyak dimanipulasi dan digelapkan. Barat tidak pernah mau mengakui utang intelektual dan utang peradabannya kepada Islam.

Tanpa peradaban Islam, tidak akan ada peradaban Barat modern. Rennaisance lahir karena para pemikir Barat mengadopsi pemikiran-pemikiran Yunani yang sudah terlebih dahulu diadopsi oleh para intelektual Islam.

Dua Kribo yang diawaki Ahmad Albar dan Ucok AKA sudah lama bubar. Kini ada Habib Kribo yang nada bicaranya mengegas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News