Hamdalah, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus

Hamdalah, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus
Head of Corporate Communications Sampoerna Inasanti Susanto dan Head of Regulatory Affairs & International Trade Sampoerna Jonathan Ng bersama Presiden Joko Widodo dan Mendag Enggartiasto Lukita. Foto: Adrianto/Indopos/JPNN

jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Presiden Joko Widodo mengungkapkan, neraca perdagangan merupakan persoalan bertahun-tahun yang tidak terselesaikan. Namun, kini presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokwi itu mengaku bersyukur karena pada tahun ini persoalan itu mulai menunjukkan titik terang.

Jokowi mengatakan, neraca perdagangan RI pada 2017 mencapai USD 17,3 miliar. Menurutnya, angka itu sangat besar.

Namun, Jokowi menginginkan angka itu bisa naik melalui peningkatan ekspor. Sebab, selama ini impor masih lebih besar dibanding ekspor.

"Saya menghargai usaha keras untuk masuk ke pasar ekspor terutama negara non tradisional, dan alhamdulillah September kemarin ada titik terang, neraca dagang kita mulai surplus USD 220 juta masih kecil tapi sudah surplus," tuturnya saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 di Hall Nusantara, ICE BSD Tangerang, Banten pada Rabu (24/10).

Di sisi lain, tutur presiden berlatar belakang pengusaha mebel itu, ekspor selama Januari - September 2018 berada di angka USD 122 miliar, atau tumbuh 9,2 persen dibandingkan 2017. Jokowi menyebut angka itu menunjukkan perbaikan di bidang ekspor.

"Artinya semakin tahun ekspor kita lebih baik. Pemerintah terus mendorong, saya belum tahu insentif apa yang bisa diberikan sehingga pabrik, dunia usaha, industri semua terdorong masuk ke pasar ekspor," sebutnya.

Jokowi pada forum itu juga mengingatkan dunia usaha memanfaatkan peluang di antara perang dagang antara negara-negara berekonomi besar. Menurutnya, ada pasar yang bisa digarap saat negara dengan kekuatan ekonomi besar terlibat perang dagang.

"Gunakan peluang ini untuk masuk ke pasar yang ditinggalkan oleh yang baru berperang. Ini kesempatan, ini adalah peluang yang bisa dan harus dipergunakan sebaik mungkin," tambahnya.(fat/jpnn)


Presiden Joko Widodo menyatakan, para eksportir harus bisa melihat peluang yang muncul akibat perang dagang negara berkekuatan ekonomi besar.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News