JPNN.com

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Menjadi USD 67,18 per Barel

Kamis, 09 Januari 2020 – 19:08 WIB
Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Menjadi USD 67,18 per Barel - JPNN.com
Presiden Jokowi bersama Komut Pertamina Ahok meninjau Kilang PT TPPI di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12). Foto: BPMI Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), pada Desember 2019 berdasarkan perhitungan Formula ICP, mencapai USD 67,18 per barel atau naik USD 3,92 per barel dari USD 63,26 per barel pada November 2019.

"Angka ini menjadikan angka realisasi ICP (rata-rata) tahun 2019 sebesar USD 62,37 per barel," ungkap Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta, Kamis.

Agung menyampaikan, Tim Harga Minyak Indonesia melaporkan, kenaikan juga dialami ICP SLC yang mencapai USD 67,61 barel atau naik USD 3,97 per barel dari USD 63,64 per barel.

Ditambahkan Agung, kesepakatan negara-negara OPEC untuk memperpanjang periode pemotongan produksi dan menambah besaran pemotongan produksi sebesar 500.000 barel per hari menjadi 1,7 juta barel per hari pada akhir 2019, mendorong peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional selama Desember 2019.

Harga minyak dunia juga didongkrak oleh respon positif pasar atas tercapainya kesepakatan dalam pembicaraan dagang AS-China Tahap 1, yang meningkatkan harapan pasar pada perbaikan pertumbuhan ekonomi global serta permintaan minyak mentah global.

Selain itu, kebijakan Federal Reserve AS untuk tidak merubah tingkat suku bunga sehubungan dengan prospek ekonomi yang dinilai menguntungkan.

Pasar juga memberikan respon positif atas melemahnya nilai tukar Dollar AS terhadap Euro dan Poundsterling sehingga mendorong investor untuk memindahkan investasi di bursa komoditas, serta meningkatnya kebutuhan minyak mentah saat musim dingin dan akhir tahun.

Faktor lainnya, Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah komersial AS pada bulan Desember 2019 sebesar 5,7 juta barel menjadi sebesar 441,4 juta barel, berbanding November 2019. Hal ini didukung oleh peningkatan pengolahan minyak di sejumlah kilang AS pada akhir tahun, karena ketentuan pajak mendorong minimalisasi stok penyimpanan minyak mentah.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ridha