Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Menjadi USD 67,18 per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Menjadi USD 67,18 per Barel
Presiden Jokowi bersama Komut Pertamina Ahok meninjau Kilang PT TPPI di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12). Foto: BPMI Setpres

Kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh impor minyak mentah China yang mencapai rekor tertinggi seiring kilang teapot beroperasi secara maksimal untuk menghabiskan kuota impor untuk tahun ini sehingga tahun depan dapat memperoleh tambahan kuota impor.

Selain itu, pertumbuhan permintaan minyak mentah yang sangat pesat di China sebesar 5,5 persen per tahun dan India sebesar 5,1 persen per tahun, berbanding AS yang hanya 0,5 persen per tahun dalam dekade terakhir.

Maintenance JERA Power Utility Jepang, menyebabkan meningkatnya permintaan bahan bakar minyak disaat musim dingin di Jepang dan peningkatan (PMI), meningkatkan harapan pasar pada perbaikan pertumbuhan ekonomi China, juga menjadi penyebab kenaikan harga minyak mentah di kawasan Asia Pasifik.

Selengkapnya perkembangan harga rerata minyak mentah utama di pasar internasional pada Desember 2019 berbanding November 2019 sebagai berikut:

Dated Brent naik sebesar 4,00 dolar As per barel dari 63,02 dolar per barel menjadi 67,02 dolar per barel.

WTI (Nymex) naik sebesar 2,73 dolar per barel dari 57,07 dolar As per barel menjadi 59,80 dolar per barel.

Basket OPEC naik sebesar 2,63 dolar per barel dari 62,94 dolar per barel menjadi 65,58 dolar per barel.

Brent (ICE) naik sebesar 2,46 dolar per barel dari 62,71 dolar per barel menjadi 65,17 dolar per barel. (antara/jpnn)

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), pada Desember 2019 berdasarkan perhitungan Formula ICP, mencapai USD 67,18 per barel atau naik USD 3,92 per barel.


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News