Harga Sawit Sumsel Masih Rendah, Ternyata Ini Penyebabnya

Harga Sawit Sumsel Masih Rendah, Ternyata Ini Penyebabnya
FGD bertajuk Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Kelapa Sawit Rakyat sekaligus pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia di hotel Aston Palembang, Sabtu (06/08). Foto: Cuci Hati/jpnn.com

jpnn.com, PALEMBANG - Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini masih di kisaran rendah, yakni Rp 1.611 per kilogram di tingkat petani.

Direktorat P2PH Perkebunan Ade Trisunandar mengatakan rendahnya harga sawit terjadi karena perbedaan kualitas bibit.

Oleh karena itu, untuk menguatkan harga sawit diperlukan penguatan kelembagaan dan kemitraan kelapa sawit rakyat secara lintas sektoral.

"Karena pemerintah sendiri telah mengeluarkan regulasi harga sawit berdasarkan kualitas bibit," kata Ade saat ditemui usai Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Kelapa Sawit Rakyat sekaligus pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumsel di hotel Aston Palembang, Sabtu (6/8). 

Di sisi lain, perlu imbauan agar para petani membeli bibit sawit yang berkualitas serta bermutu agar hasil buah sawit yang baik bisa diterima di perusahaan.

"Perusahaan akan memberikan harga sesuai dengan kualitas buah sawit," ujarnya.

Ketua DPW Apkasindo Sumsel Selamat Sumosentono mengatakan ke depan pihaknya akan melaksanakan lima program, salah satunya menstabilitaskan harga kelapa sawit antara petani dan perusaan.

"Kami akan menstabilkan harga kelapa sawit antara petani dan perusahaan agar tidak terlalu jauh," kata Selamat (mcr35/jpnn)

Petani di Sumatera Selatan dihimbau membeli bibit sawit yang berkualitas agar regulasi harga sawit mahal


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Cuci Hati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News