Hari Anti-Islamofobia Sedunia, Amerika Janjikan Ini kepada Semua Muslim

Hari Anti-Islamofobia Sedunia, Amerika Janjikan Ini kepada Semua Muslim
Menlu AS Antony Blinken di Universitas Indonesia, Selasa (14/12). Foto: State.gov

jpnn.com, WASHINGTON DC - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken memperingati Hari Internasional Perangi Islamofobia pertama, Rabu (15/3), mengatakan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk menjalankan keyakinan mereka.

"Setiap orang di mana pun memiliki hak atas kebebasan berpikir, hati nurani, beragama, dan keyakinan, termasuk kebebasan untuk mengubah keyakinannya atau tidak meyakininya," kata Blinken dalam sebuah pernyataan.

"Setiap orang juga memiliki kebebasan, baik secara individu maupun bersama-sama dengan orang lain, maupun di depan umum atau pribadi, untuk melaksanakan keyakinan itu dalam ibadah, ketaatan, pengamalan, dan pengajaran," lanjutnya.

Baca Juga:

Blinken mengatakan bahwa Muslim di seluruh dunia terlalu sering menghadapi diskriminasi dan kebencian karena keyakinan agama mereka.

15 Maret adalah hari peringatan pertama yang diumumkan oleh PBB pada 2022.

Hari tersebut juga memperingati empat tahun serangan teror di dua mesjid di Christchurch, Selandia Baru, di mana seorang pria bersenjata api membunuh 51 jemaah Muslim dan melukai 40 lainnya.

"Pada hari ini, kami meminta perhatian kepada orang-orang di seluruh dunia yang dilecehkan, ditahan, dipenjara, atau bahkan dibunuh karena mengidentifikasi diri, mempraktikkan, memeluk agama Islam, atau dianggap sebagai Muslim."

"Amerika Serikat akan terus mengadvokasi kemampuan individu untuk hidup sesuai dengan perintah hati nurani mereka dan berbicara atas nama mereka yang telah ditolak kemampuannya untuk melakukannya," kata Blinken.

Blinken mengatakan bahwa Muslim di seluruh dunia sudah terlalu sering menghadapi diskriminasi dan kebencian karena keyakinan agama mereka

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News