Hari Pahlawan, PDIP Ajak Akademisi Lintas Negara Berziarah di Makam Bung Karno

Hari Pahlawan, PDIP Ajak Akademisi Lintas Negara Berziarah di Makam Bung Karno
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama 33 akademisi dari berbagai negara melakukan ziarah kubur di makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Kamis (10/11) bertepatan di Hari Pahlawan. Foto: Fathan

Pada masa-masa itulah, lanjut Hasto, Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri memopulerkan slogan Satyam Evajayate yang berarti pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang.

“Melalui perjuangan panjang, Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Kelima Republik Indonesia dan kepemimpinannya mampu melahirkan banyak pemimpin, termasuk Presiden Joko Widodo. Ini juga merupakan bukti pentingnya memperjuangkan kebenaran melalui jalur politik,” jelas Hasto.

Hasto pun mengajak para akademisi untuk berziarah dan berdoa di makam Bung Karno. Dia mengharapkan Bung Karno mendapat tempat terbaik di surga.

Hasto juga menginginkan doa itu membawa semua pihak belajar dari perjuangannya dan mewarisi semangatnya.

“Khusus untuk seluruh delegasi yang baru saja datang ke Gedung Merdeka Bandung untuk memperingati Konferensi Asia Afrika, setelah menempuh perjalanan yang panjang bapak-bapak dan ibu-ibu sekarang sudah berada di Makam Bung Karno,” jelasnya.

Hasto berharap semangat membangun tatanan dunia baru tanpa kolonialisme dan aksi solidaritas antarsesama, terus dikuatkan.

Dia menginginkan semua pihak bergandengan tangan dalam mewujudkan kesetaraan internasional. Serta kerja sama politik yang saling menghargai setiap negara, dan berkolaborasi dalam bidang ekonomi dan budaya dalam rangka membangun tatanan dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera.

“Akhirnya, seperti yang diyakini Bung Karno bahwa ketika kita memperjuangkan kepentingan umat manusia, seluruh perjuangan tidak akan pernah sia-sia. Tidak ada pengorbanan yang sia-sia,” tutup Hasto. (Tan/JPNN)


Hasto Kristiyanto mengutip pesan Bung Karno sebelum meninggal bahwa hidupnya, idenya, gagasannya, dan aspirasinya tidak bisa dibunuh dengan cara apa pun.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News