JPNN.com

"Harta Karun" Majapahit Masih Banyak Terkubur di Sawah

Sabtu, 07 November 2015 – 23:13 WIB "Harta Karun" Majapahit Masih Banyak Terkubur di Sawah - JPNN.com

MOJOKERTO - Benda-benda purbakala di masa Kerajaan Majapahit diyakini masih banyak terkubur di sawah Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Benda cagar budaya (BCB) yang ditemukan di desa itu selama ini meliputi belasan batu umpak. Batu-batu umpak tersebut tercecer di beberapa sisi area persawahan dekat situs Tribuana Tunggadewi. 

''Kalau tidak salah, batu umpak yang belum kita evakuasi sekitar 15 buah,'' ujar Kepala Desa (Kades) Klinterejo Zainal Abidin kemarin. 

Desa Klinterejo adalah salah satu wilayah yang menjadi lokasi penemuan benda purbakala peninggalan Majapahit belakangan. Wilayah itu berada di luar desa yang tersebar di Kecamatan Trowulan sebagai kawasan cagar budaya nasional. 

Abidin menuturkan, belasan umpak berbahan batu asli yang berbentuk kotak tersebut memang sulit dievakuasi. Selain lokasinya tercecer dan tersebar di beberapa tempat, batu umpak berukuran sekitar 80 x 80 cm itu telah lama tertanam dalam tanah dengan kedalaman rata-rata 50-60 sentimeter. Kondisi tersebut terbilang menyulitkan warga untuk mengangkat batu umpak dari tempat asalnya. 

''Ada juga yang tergeletak di antara saluran persawahan. Tetapi, untuk mengangkatnya, kita kesulitan. Medannya terbilang berat,'' katanya. 

Menurut Abidin, benda-benda yang diduga peninggalan Majapahit tersebut merupakan sisa dari evakuasi warga sebelumnya. Karena pertimbangan lokasi dan keterbatasan tenaga, warga terpaksa menunda upaya penyelamatan. Apalagi, proses pengangkatan benda-benda purbakala itu selama ini dilakukan secara manual. 

''Terakhir, kami harus mengevakuasi dengan bantuan crane manual. Ditarik dengan rantai dulu, baru kita angkat,'' paparnya. 

Dalam kurun lima tahun terakhir, warga menyelamatkan sekitar 25 batu umpak yang semula tercecer di beberapa tempat. Upaya penyelamatan dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari membongkar dengan peralatan seadanya, mengangkat bersama, hingga mengangkutnya ke atas pikap.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...