Hasil Survei: Politik Luar Negeri China Dicap Negatif, tetapi Duitnya Bawa Manfaat

Hasil Survei: Politik Luar Negeri China Dicap Negatif, tetapi Duitnya Bawa Manfaat
Presiden RRT Xi Jinping yang juga sekretaris umum Partai Komunis China. Foto: Wang Zhao/AFP

Di Kanada, Prancis, Israel, Spanyol, dan Swedia, sekitar setengah atau lebih dari total responden menyatakan Tiongkok tidak mempertimbangkan kepentingan mereka sama sekali.

Hanya tiga negara Afrika di sub-Sahara dan Indonesia saja yang menunjukkan setengah atau lebih warganya merasa diperhatikan oleh Tiongkok.

Selain itu, warga di negara berpenghasilan menengah mengakui manfaat ekonomi dari hubungan mereka dengan China.

Enam dari delapan negara berpenghasilan menengah yang disurvei Pew menyatakan perekonomian mereka memperoleh manfaat cukup banyak dari investasi Tiongok. Pengakuan akan hal itu begitu menonjol di Nigeria, Kenya, dan Afrika Selatan.

Hal yang menarik dari survei Pew ialah citra tentang Tiongkok sebagai superpower di bidang ekonomi ternyata justru lebih kuat di negara-negara berpendapatan tinggi ketimbang negara berpenghasilan menengah.

Hasil riset Pew itu juga memperlihatkan pengakuan dari negara-negara yang disurvei atas capaian Tiongkok di bidang teknologi. Sekitar 54 persen responden juga menilai militer Tiongkok sebagai yang terbaik di dunia.

Bagaimana dengan tingkat kepercayaan dari 24 negara itu terhadap Presiden Tiongkok Xi Jinping?

Hanya sedikit negara yang percaya kepada kepemimpinan sekretaris umum Partai Komunis Tiongkok itu.

Pew Research Center merilis hasil risetnya tentang pandangan 24 negara atas politik luar negeri dan investasi China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News