Hasto Minta Kubu Prabowo Tak Suuzan ke KPU soal Kotak Kardus

Hasto Minta Kubu Prabowo Tak Suuzan ke KPU soal Kotak Kardus
SAFARI POLITIK: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP Djarot S Hidayat (kanan) dan Ketua Bamusi Yayan S Alhadi sebelum Safari Politik Kebangsaan II pertengahan November 2018. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, ASAHAN - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tidak memerkarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penggunaan kotak suara berbahan kardus pada Pemilu 2019. Menurutnya, sebaiknya kubu Prabowo - Sandi memperkuat saksi untuk mengawasi proses penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

"Yang penting saksi mengawasi di setiap TPS, itu bukti hukum. Sehingga dokumen C1 (formulir rekapitulasi suara di TPS, red) itu betul-betul dicermati bersama," ucap Hasto di sela Safari Politik Kebangsaan III di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (16/12).

Hasto menegaskan, pengawasan atas proses rekapitulasi nanti di TPS menjadi hal prioritas pada hari pencoblosan. "Rekapitulasi penggunaan kartu suara itu harus kami awasi bersama," ungkap Hasto

Politikus asal Yogyakarta itu menambahkan, semula PDIP juga menolak ide penggunaan kotak suara dari kardus. Namun, karena spiritnya demi efisiensi maka PDIP pun mendukungnya.

"Dulu kami juga menolak yang sama. Tapi akhirnya kami melihat hal-hal tersebut," jelas Hasto.

Selain itu Hasto juga mengharapkan semua pihak bisa mendukung upaya menciptakan pemilu yang adil. “Mengedepankan seluruh penyelenggara bertanggung jawab pemilu dengan kualitas yang baik," pungkas sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin itu.(tan/jpnn)


Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak memerkarakan KPU terkait penggunaan kotak suara berbahan kardus pada Pemilu 2019.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News