JPNN.com

Hasto PDIP Harapkan Struktur & Nomenklatur Kabinet Tak Berubah Banyak, Ini Alasannya

Kamis, 17 Oktober 2019 – 21:48 WIB Hasto PDIP Harapkan Struktur & Nomenklatur Kabinet Tak Berubah Banyak, Ini Alasannya - JPNN.com
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Selasa (8/10) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengharapkan struktur dan nomenklatur kabinet untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2019-2024 tak berbeda jauh dari periode sebelumnya. Menurutnya, struktur yang tak berubah akan mempercepat kinerja pemerintahan mendatang.

“Dengan struktur dan nomenklatur kabinet yang tidak berubah banyak dipastikan akan memercepat konsolidasi pemerintahan Presiden Jokowi,” ujar Hasto melalui layanan pesan, Kamis (17/10).

Hasto menjelaskan, pemerintahan Presiden Jokowi sudah memperoleh dukungan minimal 60,7 persen dari partai-partai penyokongnya di parlemen. Menurut dia, dukungan itu menjadi modal cukup untuk menyusun kabinet yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan termasuk resesi global.

“Tantangan eksternal dan pentingnya konsolidasi nasional disikapi dengan struktur dan nomenklatur kabinet yang sebaiknya tidak mengalami banyak perubahan. Dengan demikian kabinet Presiden Jokowi langsung bekerja cepat dengan skala prioritas sesuai garis kebijakan Presiden,” tutur Hasto.

Namun, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu secara khusus memberi perhatian pada kementerian pendidikan dan kebudayaan,yang menjadi tulang punggung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hasto menegaskan, Presiden Jokowi menempatkan persoalan SDM dalam kebijakan prioritas.

“Memajukan kesejahsetraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa hanya bisa terjadi apabila pengembangan SDM Indonesia menitikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi oleh semangat bangsa pelopor dan bangga dengan kemampuan bangsanya sendiri. Tidak ada bangsa besar tanpa nasionalisme yang tinggi,” tegas Hasto.

Dalam rangka itu pula PDIP mendorong pemerintah membentuk Badan Riset Nasional. Hasto menjelaskan, pengembangan SDM harus meningkatkan kemampuan penguasaan ilmu dasar seperti matematika, fisika, kimia dan biologi.

Di sisi lain ada ilmu teknik untuk menyokong produktivitas nasional. “Pengembangan ilmu teknik sangat penting guna meningkatkan produktivitas nasional, khususnya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seperti pertanian dan kelautan,” cetusnya.(tan/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...