Hentikan Kebiasaan Merokok dengan Cara Mudah ini

Hentikan Kebiasaan Merokok dengan Cara Mudah ini
Ilustrasi asap rokok ganja.

Hasilnya? Tikus yang berolahraga mengalami gejala putus nikotin yang tidak terlalu parah. Lebih lanjut, pada tikus yang berolahraga, para peneliti melihat adanya peningkatan aktivitas di reseptor otak yang terkait dengan nikotin. Reseptor ini terletak di hippocampus otak dan terlibat dalam gangguan suasana hati.

Sudahi kebiasaan merokok dari sekarang!

Menurut laporan Depkes RI, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India. Peningkatan konsumsi rokok berdampak pada makin tingginya beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat rokok. Tahun 2030 diperkirakan angka kematian perokok di dunia akan mencapai 10 juta jiwa dan 70% di antaranya berasal dari negara berkembang.

Beberapa upaya terkait berhenti merokok biasanya disosialisasikan oleh lembaga kesehatan tertentu. Namun, masih banyak masyarakat yang merasa kesulitan untuk menyudahi. Jika itu terjadi pada Anda, cobalah rutin berolahraga mulai dari sekarang.

Ketahuilah bahwa asap rokok mengandung zat-zat berbahaya. Mulai dari aseton yang biasa dipakai sebagai bahan pembersih kuku hingga kadnium yang sering digunakan dalam pembuatan logam, plastik, dan kain.

“Satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis di antaranya bersifat karsinogenik. Artinya, rokok dapat merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker. Padahal rokok merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang dapat dicegah,” tutur dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Ya, tak dimungkiri bahwa nikotin bisa melepaskan endorfin alias hormon bahagia. Itu sebabnya banyak perokok merasa nyaman saat membakar batang demi batang dalam keadaan stres. Tapi sebenarnya, hormon tersebut juga bisa dikeluarkan saat Anda berolahraga.

Jadi, pilih mana? Merokok atau berolahraga? Jika Anda ingin sehat dan tidak sakit-sakitan saat tua nanti, Anda tentu sudah tahu jawabannya.(RS/RVS/klikdokter)


Tak dimungkiri bahwa nikotin bisa melepaskan endorfin alias hormon bahagia. Itu sebabnya banyak perokok merasa nyaman saat membakar batang demi batang dalam keadaan stres. Tapi sebenarnya...


Redaktur & Reporter : Yessy

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News