Hikayat Hotel Pertama di Borobudur dan Misteri Puisi Chairil Anwar

Hikayat Hotel Pertama di Borobudur dan Misteri Puisi Chairil Anwar
Hotel Saraswati di Jl.Balaputradewa, Borobudur, Jawa Tengah. Foto: Wenri Wanhar/JPNN.com.

Begitu mengetahui puisi itu dimuat di surat kabar Pedoman, Sri terperanjat. "Tapi dia tidak pernah mengatakan kalau dia itu cinta sama saya," tuturnya. 

Hotel Pertama

Selepas perang 1945-1949, di alam Indonesia merdeka,  dokter Suparsono bertugas memimpin rumah sakit tentara di Magelang. Sri Arjati diboyong serta.

"Ketika Borobudur dipugar pada 1970-an, Ibu Parsono (sapaan Sri Arjati--red) membangun Hotel Saraswati di sini," kata Pak Tomo. 

"Itulah hotel pertama di kawasan Borobudur," sambung lelaki berambut putih yang mengikuti jejak langkah gadis idaman Chairil Anwar membuka Hotel Rajasa berbekal honornya menulis buku. 

Kini, Hotel Saraswati sudah bukan lagi milik Sri Arjati yang sudah meninggal 3 tahun lalu. 

Sri menjualnya kepada Krisna, seorang disainer. "Oleh Pak Krisna, bangunannya yang masih tradisional dirombak menjadi modern seperti ini," kata Bambang Suprayitno, supervisor Hotel Saraswati. 

Krisna menjualnya lagi ke pemilik yang sekarang, yakni PT Saraswati Griya Lestari. (wow/jpnn)

NAMANYA Sri Arjati. Gadis idaman penyair Charil Anwar. Dialah yang babad alas membuka usaha penginapan di kawasan Candi Borobudur.  Wenri Wanhar


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News