Hilirisasi Nikel, WIKA-CNI Berkolaborasi Bangun Industri Smelter di Kolaka

Hilirisasi Nikel, WIKA-CNI Berkolaborasi Bangun Industri Smelter di Kolaka
Direktur Utama PT CNI, Derian Sakmiwata dan Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menandatangai kontrak kerja sama untuk sinergi EPC Proyek Pembangunan Pabril Pengolahan dan Pemurnian Nikel Rotary-Kiln Electric Furnace (RKEF) Jalur 3 dan 4 (2x72 MVA). Foto: Dok. CNI

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia terus bergerak cepat membangun basis industri strategis di sektor hilirisasi nikel, dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Sebagai pemenang Asia Pacific Enterprise Award (APEA) 2020 Kategori Corporate Excellence, WIKA memainkan peran penting dalam hilirisasi nikel melalui percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Smelter Ferronickel, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Langkah ini untuk memperkuat daya saing industri Indonesia sebagai global player, menciptakan nilai tambah, menggenjot sumber pendapatan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja baru.

Untuk mewujudkan itu, WIKA bersinergi dengan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dalam Proyek Pembangunan Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel Rotary-Kiln Electric Furnace (RKEF) dan Proyek Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Kobalt dengan Teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawei Tenggara (Sultra). Proyek ini sebagai kelanjutan dari fase pembangunan yang sudah dikerjakan sebelumnya.

Hilirisasi Nikel, WIKA-CNI Berkolaborasi Bangun Industri Smelter di Kolaka

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Ceria Metalindo Indotama (CMI), entitas anak PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) telah menandatangani kontrak kerja sama untuk sinergi EPC (Engineering, Procurement, and Construction) Proyek Pembangunan Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Nikel Rotary-Kiln Electric Furnace (RKEF) Jalur Produksi 3 dan 4 (2 x72 MVA) dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,8 triliun dan US$180 juta.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT CNI, Derian Sakmiwata dan Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito serta disaksikan oleh Manajemen kedua Perusahaan di Jakarta, Jumat (27/11).

WIKA mendapat kepercayaan sebagai pelaksana proyek tersebut berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi dan verifikasi oleh PT CMI.

Indonesia terus bergerak cepat membangun basis industri strategis di sektor hilirisasi nikel, dengan memaksimalkan peran BUMN, salah satunya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News