HMS Center: Relaksasi PSBB Berpeluang Beri Kebebasan Bagi TKA Tiongkok Masuk ke Indonesia

HMS Center: Relaksasi PSBB Berpeluang Beri Kebebasan Bagi TKA Tiongkok Masuk ke Indonesia
Ketua Umum HMS Center Hardjuno Wiwoho (kiri) saat acara Bakti Sosial di Kompleks kediaman Almarhum Kiai Kholiq Soetardjo di RT 02 RW 10 Desa Cilebut Timur, Kampung Petahunan, Bogor, Rabu (13/5/2020). Foto: HMS Center

"Perubahan kebijakan yang begitu cepat, bantah-bantahan antar lembaga negara atau kementerian, kebingungan terkait anggaran yang dibutuhkan dalam mengatasi pandemi, membuat masyarakat mulai kehilangan kepercayaan kepada keseriusan pemerintah," terangnya.

Hardjuno menilai, relaksasi ni mengkonfirmasikan kegagapan pemerintah menghadapi wabah virus ini. Apalagi, kebijakan pemerintah ini tanpa dasar yang kuat.

"Jadi, alangkah bijak jika perubahan kebijakan didasarkan sepenuhnya pada pertimbangan kesehatan," ulasnya.

Seharusnya, menurut Hardjuno, pemerintah tidak terburu-buru mengumumkan rencana relaksasi PSBB ke publik.  Karena rencana pelonggaran PSBB ini lebih banyak mudaratnya ketimbang  manfaatnya.

Justru relaksasi ini membuat makin masifnya persebaran virus corona ke daerah.

Hal ini menguatkan dugaan bahwa pemerintah tidak mempunyai grand desain penanganan virus corona.

"Sepertinya, pemerintah sudah kehabisan akal dalam mengatasai wabah Covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina HMS, Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal  meminta pemerintah melakukan kajian secara komprehensif terkait rencana relaksasi PSBB.

Pemerintah seharusnya tidak terburu-buru mengumumkan rencana relaksasi PSBB ke publik karena lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News