Honorer Disingkirkan dengan Dalih Anggaran, Politikus PDIP Ini Bereaksi Keras

Honorer Disingkirkan dengan Dalih Anggaran, Politikus PDIP Ini Bereaksi Keras
Anggota Komisi II DPR RI Hugua meminta pemda tidak melakukan PHK terhadap honorer dengan alasan tak ada anggaran. Gaji honorer menurutnya sangat rendah. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Hugua meminta para kepala daerah lebih kreatif dalam memikirkan gaji layak bagi honorer, bukan justru menyingkirkan mereka dengan dalih anggaran.

Pernyataan itu disampaikan politikus PDIP itu merespons langkah sejumlah pemda yang mulai memberhentikan para tenaga honorer dengan dalih anggaran.

"Daripada membangun infrastruktur, tetapi banyak pengangguran lebih baik tidak membangun," ucap Hugua kepada JPNN.com, Selasa (4/1).

Dia mendorong kepala daerah se-Indonesia mencontoh Gubernur Sultra Ali Mazi yang bisa menaikkan gaji honorer teknis administrasi.

Kebijakan itu diambil lantaran melihat belum ada kebijakan PPPK untuk teknis administrasi.

Hugua menyebut Gubernur Ali Mazi lantas memberikan subsidi kepada honorer K2 dan non-K2 sebagai salah satu cara menyelamatkan kelompok masyarakat miskin rentan.

"Kepala daerah harus kreatif seperti gubernur Sulawesi Tenggara," ucapnya.

Mantan Bupati Wakatobi dua periode itu juga meminta pemda jangan menggunakan alasan anggaran untuk menyingkirkan honorer.

Politikus PDIP Hugua bereaksi keras mengetahui adanya langkah sejumlah pemda mulai menyingkirkan honorer dengan dalih anggaran. Jleb!

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News