HTI Tentang Keras Rencana Pembakaran Al-quran

HTI Tentang Keras Rencana Pembakaran Al-quran
BAKAR - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar sejumlah aksi demo di berbagai daerah kemarin, antara lain di Sumsel, Batam dan Sulsel, terkait kabar rencana pembakaran Al-quran oleh massa di AS. Foto: Tawakkal/Fajar/JPNN.
PALEMBANG - Aksi damai dilakukan oleh anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumsel, di Bundaran Air Mancur (BAM), Palembang, Sabtu (4/9) pagi kemarin. Aksi ini dipicu rencana pembakaran kitab suci umat muslim, Al-quran, yang rencananya dilakukan sekelompok orang asal Florida, Amerika Serikat (AS). Apalagi, aksi pelecehan bagi kaum muslim tersebut rencananya dilakukan pada hari kedua hari raya Idul Fitri, 11 September mendatang.

Ketua HTI Sumsel, Mahmud Jumhur, kepada wartawan mengatakan, rencana keji tersebut sebenarnya telah dikampanyekan sejak tiga bulan lalu. Berita itu telah menyebar di beberapa surat kabar nasional, termasuk situs internet. Kelompok itu disebut melakukan aksi tersebut sebagai peringatan tragedi runtuhnya gedung World Trade Center (WTC), 11 September 2001 lalu.

"Kami sangat menentang keras aksi tersebut. Jika dikatakan Al-quran menginspirasi tragedi WTC seperti dituduhkan, itu sama sekali tidak benar," ujar Mahmud Jumhur.

Oleh sebab itu, pada aksi damai yang juga dilakukan secara internasional tersebut, Mahmud meminta kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) untuk bertindak secara nyata. Agar Presiden terketuk hatinya, dan mengirimkan permintaan secara resmi kepada Presiden AS Barrack Obama, untuk menghentikan aksi yang akan menghina Rasulullah SAW, serta hati umat muslim sedunia tersebut.

PALEMBANG - Aksi damai dilakukan oleh anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumsel, di Bundaran Air Mancur (BAM), Palembang, Sabtu (4/9) pagi kemarin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News