Hujan Abu dan Asap Tebal dari Puncak Gunung Agung

Hujan Abu dan Asap Tebal dari Puncak Gunung Agung
Nampak Gunung Agung menyemburkan asap tebal mencapai 700 meter, Bali, Selasa (21/11). Ilustrasi : BNPB

jpnn.com, KARANGASEM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan sudah terjadi hujan abu di beberapa wilayah setelah Gunung Agung meletus Selasa sore (21/11).

Hujan abu terjadi tidak lama setelah Gunung Agung erupsi, khususnya di sebelah timur dan tenggara Bali.

"Abu turun tidak merata. Abunya tipis, hinggap di daun pepohonan dan habis disapu hujan," terang Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG I Gede Suantika kepada Jawa Pos.

Abu tersebut turut membawa gas belerang. Sehingga tidak heran bila masyarakat melapor sudah mencium bau belerang.

Keterangan serupa disampaikan Kasubbid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana.

Menurut dia, ahli geokimia dari PVMBG menemukan jatuhan abu di beberapa lokasi di wilayah timur dan tenggara Gunung Agung.

"Material abu sudah kami sampling untuk dianalisis," ucapnya.

Lantaran sampel abu baru diambil, PVMBG belum bisa menjelaskan hasil analisis.

Pengungsi berkurang 3.248 jiwa meski Gunung Agung meletus

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News