Ibrahim

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Ibrahim
Salah seorang calon haji asal Pamekasan, Madura dari Kloter 23 Embarkasi Surabaya (SUB 23) Agus Subagio mengisi waktu menjelang wukuf di Arafah, Jumat (8/7/2022) dengan membaca zikir . (ANTARA/Desi Purnamawati)

jpnn.com - Haji menjadi ritual untuk menapak tilas perjalanan kehidupan pribadi dan perjalanan religiusitas Nabi Ibrahim.

Dalam sejarah agama-agama di dunia Ibrahim dikenal sebagai bapak tauhid yang memperkenalkan motoisme yang  menyembah satu tuhan yang tunggal.

Ibrahim menjadi bapak yang melahirkan agama-agama langit atau samawi, Yahudi, Nasrani, dan Islam.

Tiga agama itu mempunyai akar monoteisme yang sama yang bersumber kepada Ibrahim.

Akan tetapi, ketiga agama itu justru sampai sekarang tetap terlibat ketegangan dan permusuhan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari titik temu ketiga agama itu, tetapi sampai sekarang berbagai pertikaian yang melibatkan tiga agama itu masih sering terjadi.

Setelah bubarnya Uni Soviet dan munculnya Amerika sebagai entitas superpower tunggal, Samuel Huntington meramalkan bahwa konflik yang terjadi di dunia akan mengalami pergeseran.

Kalau sebelumnya konflik terjadi karena benturan ideologi antara kapitalisme vs komunisme, maka menurut ramalan Huntington konflik berikut akan terjadi karena munculnya benturan peradaban.

Ibrahim menjadi bapak yang melahirkan agama-agama langit atau samawi, Yahudi, Nasrani, dan Islam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News