Ibrahim
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Ibrahim kemudian menyadari bahwa ada zat Mahakuasa yang mengatur bintang gemintang dan tata cakrawala itu.
Dia kemudian berseru untuk menghadapkan wajahnya kepada zat yang Maha-Mengatur tata surya itu. Ibrahim menyatakan tidak akan mengikuti ideologi politeisme yang musyrik.
Dalam episode berikutnya, Ibrahim mempertanyakan bagaimana Tuhan menghidupkan orang mati.
Life after death, kebangkitan kembali pascakematian menjadi sentra perdebatan antara iman dan rasionalisme ilmu pengetahuan.
Ibrahim mengalami hal yang sama, ia membutuhkan bukti untuk memperkuat imannya.
Pengalaman adalah sumber pengetahuan, kata John Locke. Maka Ibrahim mendapatkan pengetahuan itu dari pengalamannya.
Dia memotong burung menjadi beberapa bagian dan menempatkannya terpisah di beberapa bukit yang terpencar.
Hanya dengan sekali isyarat tepuk tangan serpihan burung itu berkumpul menjadi satu burung yang hidup.
Ibrahim menjadi bapak yang melahirkan agama-agama langit atau samawi, Yahudi, Nasrani, dan Islam.
- Bandara SMB II Ingatkan Jemaah Calon Haji Tidak Membawa Benda Tajam
- 363 Calon Haji dari OKU Timur Terbang ke Tanah Suci
- Calon Haji Asal Cirebon Meninggal Dunia di Embarkasi Indramayu
- 386 Jemaah Calon Haji Asal NTB Tiba di Tanah Suci Makkah
- Jelang Keberangkatan JCH Asal Sumsel ke Tanah Suci, Herman Deru: Persiapan Sudah Maksimal
- IAW Dorong BPK Audit Investigatif Penggabungan Mahram Haji di Jabar, Ini Masalahnya