JPNN.com

Ibu Kota Dipindah ke Kaltim, Begini Respons Gubernur Kalteng

Rabu, 28 Agustus 2019 – 06:56 WIB Ibu Kota Dipindah ke Kaltim, Begini Respons Gubernur Kalteng - JPNN.com

jpnn.com, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran sebelumnya sangat berharap provinsi yang dipimpinnya menjadi lokasi baru pemindahan ibu kota negara. Namun, setelah Presiden Joko Widodo menetapkan ibu kota baru di Kalimantan Timur, Sugianto menyambut gembira dan sekaligus mendukungnya.

"Kaltim itu kan saudara kita juga. Semoga dengan terpilihnya Kaltim, bisa menjadi berkah bagi semua sekaligus membawa Indonesia semakin maju serta bermartabat," kata Sugianto di Palangka Raya, Selasa (27/8).

Dia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Kalteng untuk tetap semangat dan tidak perlu berkecil hati dengan terpilihnya Kaltim. Sebab, menurut dia, terpilihnya Kaltim juga akan berdampak pada kemajuan pembangunan di Kalteng.

Sugianto mengatakan lokasi ibu kota yang telah diputuskan itu tidak jauh dari daerah aliran sungai (DAS) Barito, Khususnya Barito Utara dan Barito Timur, sehingga layak untuk dijadikan daerah penyangga nantinya.

"Yang harus kita lakukan sekarang adalah berbenah dan mempersiapkan segala sesuatunya, agar DAS Barito bisa menjadi daerah penyangga ibu kota RI," kata Sugianto.

Orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila itu pun meminta kepala daerah yang ada di DAS Barito, lebih intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam penyusunan program pembangunan, khususnya bidang infrastruktur.

BACA JUGA: Bu Mega Dukung Pemindahan Ibu Kota, Asal Ini Syaratnya

Dia mengatakan komunikasi dan koordinasi juga perlu lebih intens ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR), agar pembangunan infrastruktur di wilayah DAS Barito semakin pesat.

"Penyusunan perencanaan pun jangan asal dan tidak tuntas. Harus berpikir jangka panjang dan memberikan dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Sugianto.

Dia pun mencontohkan ada beberapa pelabuhan yang telah dibangun, namun sampai sekarang tidak dapat dipergunakan. Alhasil, dana yang cukup besar untuk membangunnya terkesan terbuang sia-sia dan tidak memberikan dampak positif terhadap perekonomian.

"Hal seperti itu jangan lagi sampai terjadi. Penyusunan program harus terencana dengan baik, tidak asal dan jangka panjang," demikian Sugianto. (Rendhik Andika/ant/jpnn)

 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...