Ibu Kota Pindah, Ongkos Tiket PNS Rp 3,5 Triliun, Usul Lokasi di Bukit Soeharto

Ibu Kota Pindah, Ongkos Tiket PNS Rp 3,5 Triliun, Usul Lokasi di Bukit Soeharto
Monas. Foto: Agus Wahyudi/JPG/dok.JPNN.com

Dengan demikian, khusus kelompok pegawai berkeluarga sebanyak 3,42 juta. Ditambah yang belum menikah, artinya total tiket yang mesti disiapkan sebanyak 3,51 juta lembar.

Penelusuran media ini di situs penyedia layanan pemesanan tiket pesawat, biaya keberangkatan rute Jakarta ke Balikpapan dengan maskapai Garuda Indonesia seharga Rp 945 ribu per seat. Itu dengan asumsi berangkat pekan depan.

Maka itu, biaya yang dihabiskan untuk mobilisasi 3,51 juta pegawai sebesar Rp 3,31 triliun. Nominal itu tentu minor dibanding aspek pembiayaan lain untuk kebutuhan pemindahan ibu kota, seperti pembangunan gedung kantor pemerintahan. Yang mesti disiapkan sebanyak 85 gedung.

Dengan perincian, 7 kantor lembaga negara, 17 lembaga negara, 34 kementerian, dan 27 lembaga non-kementerian.

Tak ingin dibilang omong doang, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam rencana lawatan Presiden Joko Widodo ke Balikpapan, hari ini (13/7), akan menyelipkan usulan agar lokasi ibu kota baru itu di Kaltim.

“Besok (hari ini) saya serahkan surat itu (usulan) dan peta informasi geospasial daerah ini biar bisa jadi pertimbangan pusat,” ucapnya di Kantor Gubernur Kaltim, kemarin.

Diketahui, kajian awal rencana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa sedang disusun pemerintah pusat. Kaltim yang masuk nominasi sebagai calon lokasi baru ibu kota memilih wait and see.

Selain Kaltim, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) berpeluang menggantikan peran Jakarta.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Zamruddin Hasid, mengatakan rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta merupakan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News