Senin, 21 Januari 2019 – 21:11 WIB

Ibukota Banjir, Ahok Salahkan Warga

Sabtu, 24 Januari 2015 – 09:36 WIB
Ibukota Banjir, Ahok Salahkan Warga - JPNN.COM

Sejumlah warga melintasi banjir di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (23/1). Foto: Haritsah Almudatsir/Jawa Pos

JAKARTA - Hujan lebat yang mengguyur Jumat dini hari (23/1) hingga pagi, membuat sejumlah wilayah di Jakarta banjir. Padahal, air laut tidak sedang pasang. Guyuran air hujan itu terbilang lokal. Artinya, tidak ada luapan air dari sungai dari daerah sekitar.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, ada 36 titik banjir yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Sebagian besar titik banjir itu berada di wilayah Jakarta Utara.

Pemandangan kendaraan mogok pun tampak di mana-mana. Selain itu, banyak pula warga yang mulai mengungsi ke posko-posko pengungsian.

Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) mengakui jika dirinya belum bisa menyelesaikan persoalan banjir di ibu kota. Namun, dia berdalih ada beberapa sebab mengapa permasalahan banjir belum bisa diselesaikan. Antara lain, saat ini masih banyak kawasan kumuh dan permanen yang belum ditertibkan.

Selain itu, normalisasi waduk dan pembangunan jalan inspeksi tidak berjalan lancar. Akibatnya, air hujan yang turun tidak bisa tertampung. Air pun lambat meresap ke dalam tanah. ''Faktanya memang seperti itu kan. Makanya, Jakarta masih banjir,'' katanya di balai kota.

Mantan bupati Belitung Timur itu juga menyoroti warga di bantaran waduk dan permukiman kumuh yang hingga kini tidak mau direlokasi ke flat. Menurut dia, anak buahnya tidak hanya dihadang dan dilawan warga saat hendak menertibkan. Petugas juga kerap dilaporkan pihak tertentu ke Komnas Hak Asasi Manusia (HAM). Alasannya, melanggar HAM dengan kebijakannya menggusur atau merelokasi warga.

Padahal, lanjut dia, jika penertiban berjalan lancar, masalah banjir bisa mudah diselesaikan. ''Syaratnya, jangan bilang kami melanggar HAM lagi,'' tegas suami Veronica Tan itu.

Ahok berharap pihak-pihak yang selama ini mengkritisi kebijakannya untuk fair menilai. Pihaknya pun lalu bertanya, mana yang melanggar HAM antara membiarkan warga terkena dampak banjir atau merelokasi ke flat.

SHARES
TAGS   banjir
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar