IDAI: Anggaran Covid-19 untuk Sektor Kesehatan Kok Jauh di Bawah Dunia Usaha?

IDAI: Anggaran Covid-19 untuk Sektor Kesehatan Kok Jauh di Bawah Dunia Usaha?
Tubagus Rachmat Sentika. Foto: Dok Pri

Politisi PKB ini mengatakan pemotongan anggaran tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap ancaman peningkatan jumlah stunting pada masa mendatang. Padahal, dalam pidato Presiden Joko Widodo pada Oktober 2019 lalu, pemerintah berjanji akan memprioritaskan pengentasan stunting dalam lima tahun mendatang.

Dengan pemotongan anggaran di sektor ini, Luluk tidak yakin target pengentasan stunting ini akan tercapai. "Saya mengusulkan ketimbang memangkas anggaran stunting, Kementan lebih baik memotong pos daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) lain dalam APBN Kementerian Pertanian 2020.Kalau mau refocusing anggaran jangan kurangi dana stunting,” tegasnya.

Di sisi lain, Dirjen Gizi Kemenkes RI, Dr. Dhian Dipo, setuju di masa pandemi Covid-19 ini, pembudayaan masyarakat yang hidup sehat itu sangat penting dalam upaya preventif, termasuk di dalamnya dalam penanggulangan stunting. "Karenanya masalah edukasi yang kita kedepankan yaitu pemahaman masyarakat terhadap gizi itu sendiri,” pungkasnya. (esy/jpnn)

Realokasi anggaran penanganan Covid-19 dinilai tidak proporsional. Pasalnya, anggaran yang disalurkan untuk industri dan dunia usaha, angkanya jauh lebih besar


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News