IHSG Bergerak Positif, tetapi Harus Tetap Waspada

IHSG Bergerak Positif, tetapi Harus Tetap Waspada
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak menguat. Foto: Ricardo/jpnn.com

Meski demikian, pasar modal Indonesia masih mencatatkan arus modal masuk atau capital inflow sebesar Rp 4 triliun pada periode yang sama.

Valdy menyebut dari faktor eksternal, rebound indeks-indeks Wall Street berlanjut pada perdagangan Rabu (12/1/2022) lalu. Nasdaq mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut.

Padahal, inflasi di AS naik dari 6,8 persen (yoy) pada November 2021 ke 7 persen (yoy) pada Desember, level tertinggi sejak 1982. Meski demikian, kenaikan tersebut sejalan dengan proyeksi pasar.

Terkait data tersebut, Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan keyakinannya bahwa inflasi akan mereda pada 2022, sejalan dengan normalisasi rantai pasok global.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 276,44 poin atau 0,96 persen ke 28.489,22, indeks Hang Seng naik 36,99 poin atau 0,15 persen ke 24.439,16, dan indeks Straits Times terkoreksi 0,57 atau 0,02 persen ke 3.255,55. (antara/jpnn)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak menguat. Namun, sejumlah faktor harus diwaspadai


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News